Nadiku – Prolog

REUNION! 

Segala-galanya berantakan disebabkan reunion sialan itu. Nadi kira ikatan mereka sudah cukup kuat sehingga tiada apa yang boleh membuatkan hati seorang Budi akan berpaling darinya. Mana dia tahu seorang wanita cantik yang kembali hadir dari masa lalu Budi mampu membuatkan hati Budi mencair. Kalau dia tahu hal seperti itu akan terjadi, sumpah dia takkan pergi ke reunion itu. Takkan dipujuk Budi mengikut kata hatinya. Bahkan, dia akan menghalang mereka ke sana tak kira menggunakan apa cara sekalipun.

Nadi terhenyak di kerusi di hadapan meja solek. Direnung wajahnya yang pucat di dalam cermin. Dia tak seperti Nadi yang biasa. Wajahnya kelihatan tak bermaya dan pucat. Rambutnya menggerbang. Kalau Budi melihatnya ketika ini pasti Budi semakin menyampah dengannya.

Sesungguhnya sedari dahulu hingga kini dia tak pernah menjadi pilihan pertama Budi. Di mata Budi dia hanya sebatas sahabat, bukannya seorang wanita yang layak digelar isteri.

“Sahabat?” Nadi tertawa perlahan. Kedengaran pedih di telinganya sendiri.

Titis-titis jernih mengalir lebat di pipi.

Segala pengorbanannya tak bermakna. Budi langsung tak menghargai.

Kalau dia tahu pada akhirnya hanya perpisahan yang akan mengakhiri perhubungan mereka, sumpah dia tidak akan menjebakkan dirinya dalam perangkap pernikahan ini.

Sungguh ke, Nadi? Atau kau tengah tipu diri sendiri? Kau tahu kau sanggup lakukan apa saja demi Budi, hatta mati untuk dia pun kau sanggup. Bukan kau tak tahu dia tak cintakan kau. Sudah tahu begitu, kau tetap terima pernikahan ini.

Apakah hanya dia yang layak dipersalahkan, tetapi tidak Budi? Bukankah Budi turut menerima pernikahan mereka dengan rela hati? Yang mengakad tetap Budi, sedangkan dia hanya perlu memberikan persetujuan. Tanpa akad yang dilafazkan Budi perkahwinan mereka tidak akan pernah terjadi.

Ah, Budi sialan!

Nadi membaling bingkai gambar pernikahannya dan Budi yang terletak kemas di atas meja. Hatinya berkecai melihat kepingan kaca di atas lantai.

Benci untuk mengakui, hatinya masih teguh mencintai Budi.


PROLOG  BAB 1  BAB 2  BAB 3  BAB 4   BAB 5


BELI NOVEL NADIKU (PENULIS: AFNAN)

Leave a Comment

Your email address will not be published.